Potensi AGROFORESTRI Sebagai Peluang Ekspor dan Perekonomian

Seminar Nasional Kewirausahaan (KWU) kembali digelar pada tanggal 9 September 2023 membahas “Potensi Agroforestri Sebagai Peluang Ekspor Untuk Mewujudkan Stabilitas Perekonomian Indonesia”. Peserta yang hadir berjumlah 363 dari 873 pendaftar, tersebar di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting dan Youtube Live Streaming.

Sambutan pada acara pembukaan di antaranya oleh Ketua Pelaksana Seminar KWU, Bima Arif Hidayah, Ketua Umum Himasylva 2023, dan Bapak Dr. Indra Gumay Febryano, S.Hut., M.Si. (Ketua Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung).

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Mariman, S.P. dari Rainforest Alliance. Rainforest Alliance menjadi organisasi yang memiliki visi-misi harmonisasi antara manusia dan alam. Organisasi ini ingin menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan dengan menggunakan kekuatan sosial dan pasar untuk melindungi alam dan meningkatkan kehidupan petani serta komunitas hutan.

Rainforest Alliance sudah berkontribusi memajukan perlindungan keanekaragaman hayati dan penghidupan berkelanjutan selama 35 tahun melalui program sertifikasi. Sertifikasi ini menjadi salah satu sustainable agriculture terbukti dari 4 juta petani dan pekerja di kebun yang tersertifikasi, lebih dari 6 juta hektar tanah perkebunan bersertifikasi berdasarkan standar keberlanjutan global, memiliki 87 proyek dengan petani dan masyarakat sekitar hutan serta meningkatkan mata pencaharian dan melindungi alam, dan memiliki proyek keberlanjutan dan/atau petani bersertifikat pada 58 negara. Di 190 negara dapat membeli produk dengan segel bersertifikasi Rainforest Alliance atau UTZ.

Standar sustainable agriculture sudah pasti meliputi people, planet, dan profit agar ekosistem seimbang dan berkembang. Prinsip utama program sertifikasi Rainforest Alliance tahun 2020 diantaranya transparansi, peningkatan terus-menerus, tanggung jawab bersama, pendekatan kebun dan rantai pasokan yang terintegritas, serta penguatan sistem jaminan. Pada pendekatan kebun standar keberlanjutan lingkungan, fungsi agroforestri dilihat dari aspek biofisik skala landscape yaitu terhadap sifat kimia tanah, kondisi hidrologi kawasan, mengurangi gas rumah kaca dan mempertahankan cadangan karbon, dan mempertahankan biodiversitas.

Dilanjutkan pemateri kedua, Tomy Adrianto, S.Pt. yang berkecimpung sebagai sustainable agribusiness entepreneur, agroforestri berperan dalam perekonomian. Produk-produk yang bisa dihasilkan dari agrikultur seperti spice rack (jahe, biji-bijian, pala), organic spices and herbs (vanili, jahe), organic fruit products (nangka, salak, buah naga), dan organic cassava. Produk lainnya yaitu lada, kopi, hingga ecoprint.

Berbicara tentang ekspor, peluang bagi negara Indonesia besar karena tidak semua tanaman bisa ditanam oleh suatu negara sehingga dibutuhkan produk-produk tersertifikasi. Dengan kebutuhan tersebut, perlu dipahami standarisasi pemasarannya. Produk sertifikasi apa yang diinginkan pembeli khususnya organic products. Survei melalui pendekatan ekonomi dan bisnis serta memperbanyak pengalaman agar bisa menghasilkan produk berdaya saing.

Selain itu, pemanfaatan produk agroforestri ikut berperan menjaga lingkungan (termasuk SDGs), perlu adanya inovasi maupun kolaborasi yang mengunggulkan potensi agroforestri sebagai produk ramah lingkungan.

Penulis: Nafa Putri Maharani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *